Home » Berita Religi » Klab Malam di Mekkah – Madinah Picu Kecaman Muslim

Klab Malam di Mekkah – Madinah Picu Kecaman Muslim


Sebuah stasiun radio Muslim di Yordania menekan pemerintah untuk menutup klab malam yang berlokasi di dua jalan di ibukota yang diberi nama setelah dua kota tersuci Islam, Makkah dan Madinah, di Arab Saudi. Stasiun radio itu mengatakan bahwa lokasi kedua klab menyinggung.

Hayat FM mengatakan bahwa programnya di hari Minggu dipersembahkan untuk komentar hukum dan relijius untuk membangun dukungan masyarakat dalam menutup klab malam di Amman barat.

Stasiun radio itu mengatakan bahwa pengacara juga melobi pemerintah untuk menutup apa yang mereka sebut sebagai “sarang kebiasaan buruk”, mengutip keluhan warga tentang suara bising dan perilaku tak pantas di jalan yang diberi nama setelah tempat-tempat suci.

Stasiun radio itu menambahkan bahwa serikat insinyur terkemuka akan melakukan protes pada hari Selasa (25/1).

Bulan September lalu, pemilik klab malam Makkah dan perwakilan dari komunitas Muslim menggelar konferensi pers bersama setelah mencapai sebuah kesepakatan. Klab itu akan berganti nama menjadi “La Island” (Pulau), bulan sabit di puncak kubah akan diturunkan, dan menaranya akan diubah menjadi mercusuar.

Pembukaan ulang sebuah klab malam di Spanyol dengan nama “Makkah” juga telah memicu kemarahan kelompok-kelompok Islam, yang menolak kota suci kaum Muslim diasosiasikan dengan surga pesta Barat.

Di dekat kota Aguilas, di provinsi selatan Murcia, sebuah kubah biru dan puncak menara menonjol dari lanskap gersang. Klab malam terkenal Makkah adalah hotspot bagi para clubber, turis, dan tamu penting di Costa del Sol pada akhir tahun 1980an, tapi kemudian ditutup selama hampir satu dekade.

Klab legendaris itu kembali dibuka pada tahun 2010, dan pemilik barunya menawari pekerjaan pada seorang penjaga keamanan Senegal. Mengejutkan bagi mereka karena dia menolak pekerjaan itu, mengatakan bahwa sebagai seorang Muslim, nama klab itu bertentangan dengan keyakinan relijiusnya.

Penolakan sang penjaga yang taat beragama itu menyebar di Spanyol dan dunia Arab. Tak lama kemudian, beberapa kelompok Islam mulai menyerukan agar klab itu mengubah namanya. Forum-forum Islam menyuarakan seruan yang sama untuk menutup klab yang menyinggung itu. Pada tanggal 13 September, website Makkah dibajak oleh seorang peretas yang menuntut agar pemilik klab segera menamai ulang bangunan tersebut, dan memperingatkan sebuah “perang besar antara Spanyol dan kaum Muslim” jika mereka menolak. Pemilik tidak yakin bagaimana menanggapi itu dan meluncurkan sebuah survei online untuk menanyakan opini para pengguna web. (suaramedia)

Leave a comment